Saturday, May 7, 2011

KEBERSIHAN HATI ADALAH DASAR DARI PERILAKU YANG BERSIH

Kita sudah familiar dengan sebuah Hadits Rasul tentang sepotong daging bernama 'hati' . qolb (membalik) yang bilamana ia terpelihara kebersihannya akan membuat perilaku yang terpancar akan penuh dengan segala kebaikan

Hal ini tiada lain karena orang yang memelihara kebersihan hati akan selalu merasakan manfaat atau hikmah dari segala sesuatu yang dilihat dan diamatinya. Jika ia sudah merasakan manfaat bersih bagi kehidupannya maka ia berupaya mempertahankan gaya hidupnya tetap dalam keadaan bersih. Bagaimana cara mendapatkan hati yang bersih?

Tentunya dengan memelihara kebersihan batin, diantaranya dengan jalan :

1. Menjaga niat di hati apabila hendak melakukan sesuatu, apapun bentuknya.

2. Tidak akan ada perilaku jahat atau kriminal apabila niat yang dibangun sebelum melakukan sesuatu itu terjaga kebersihannya. Adakah perilaku buruk yang dilandasi niat bersih? Tidak ada, kecuali mungkin jika ada kesalahan penafsiran pada orang yang menilainya. Akan tetapi jika demikian maka yang kemudian perlu diperhatikan lagi adalah apakah penyampaiannya juga dengan cara yg bersih, baik?

3. Selain menjaga niat, kebersihan hati juga bisa diperoleh dengan cara menjaga lintasan dan isi hati. Manusiawi memang apabila kita memiliki lintasan hati yang tidak sesuai dengan keinginan nurani kita atau lintasan hati yang kotor. Akan tetapi apakah kemudian ditindaklanjuti dengan perilaku atau bahkan imajinasi lain atau tidak? Karena inilah yang akan menentukan terjaga tidaknya kebersihan hati kita.

4. Menjaga perkataan atau lisan dari ghibah, naminah dan sebagainya. Interaksi dengan banyak orang memungkinkan terjadinya secara sengaja atau tidak, ghibah atau naminah. Kecuali kita sendiri yang menjaga agar terhindar dari situasi seperti itu dengan jalan mengingatkan rekan-rekan kita, atau meninggalkan mereka.

5. Menjaga mata dan telinga, tidak cuma kebersihan lahirnya yang kita pelihara akan tetapi fungsinya sendiri yang juga ikut dijaga sehingga pandangan dan pendengaran pun terpelihara.

6. Menjaga perut. Maksudnya adalah dengan menjaga makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut terpelihara kehalalannya. Karena seperti diriwayatkan dalam sebuah hadits jikalau makan dan minum yang haram maka ibadah kita akan tertolak selama 40 hari.Wallahu'alam

No comments: