Saturday, February 26, 2011

KEPEMIMPINAN: KARAKTER DAN SIFAT

Karakter terus berkembang dari waktu ke waktu. Banyak orang mengatakan karakter seseorang terbentuk sedari kecil. Kita memang tidak mengetahui dengan pasti kapan tepatnya karakter itu mulai berkembang. Akan tetapi, bisa dipastikan bahwa karakter tidak dapat berubah dengan cepat. Dari perilaku seseorang, kita bisa menebak karakternya. Seorang yang berkarakter kuat menunjukkan aktivitas, energi, kemantapan tekad, disiplin, kemauan keras, dan keberanian. Dia melihat apa yang ia inginkan lalu mengejarnya. Ia juga menarik orang untuk mengikutinya. Di sisi lain, orang yang berkarakter lemah tidak menunjukkan sifat-sifat tersebut. Ia tidak tahu apa yang ia inginkan. Sifatnya tidak terkelola dengan baik, terombang-ambing dan tidak konsisten. Akibatnya, tidak ada seorang pun yang bersedia mengikutinya.

Orang yang kuat tidak selalu berkarakter baik. Seorang pemimpin preman adalah contoh orang berpengaruh yang berkarakter buruk. Sedangkan pemimpin suatu komunitas terkemuka adalah contoh orang berpengaruh dan berkarakter baik. Organisasi membutuhkan pemimpin yang kuat sekaligus berkarakter baik, yang bisa dipercaya dan yang akan memimpin mereka menuju masa depan.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif, para pengikut Anda harus memercayai Anda dan dilibatkan dalam visi yang Anda miliki. Korn/Ferry International, suatu perusahaan pencari para eksekutif, mengadakan survei mengenai apa yang diinginkan organisasi dari sang pemimpinnya. Para responden mengatakan bahwa mereka menginginkan orang yang beretika sekaligus memiliki visi ke depan yang kuat. Dalam banyak organisasi, tindakan seorang pemimpin menjadi teladan. Perilaku pemimpin bisa memenangkan kepercayaan, kesetiaan, dan menjamin vitalitas perusahaan agar berjalan dengan baik. Salah satu cara untuk membangun kepercayaan adalah dengan menunjukkan karakter yang baik -- terdiri dari keyakinan, nilai, kemampuan, dan sifat.

Keyakinan adalah sesuatu yang kita pegang teguh dan mengakar dalam diri kita. Bisa berupa anggapan atau pendirian yang Anda anggap benar mengenai orang lain, konsep, atau hal-hal lain. Bisa juga berupa keyakinan tentang kehidupan, kematian, agama, hal baik dan hal buruk, dan sebagainya.

Nilai adalah sikap mengenai harga diri orang lain, konsep, atau hal lainnya. Misalnya, Anda menilai suatu mobil bagus, rumah yang nyaman, persahabatan erat, kenyamanan pribadi, atau keluarga harmonis. Nilai bersifat penting karena memengaruhi perilaku seseorang dalam menimbang seberapa pentingnya setiap pilihan. Anda mungkin menilai sahabat lebih berharga daripada kepentingan Anda sendiri, sedangkan orang lain mungkin menilai yang sebaliknya.

Sifat akan membedakan seseorang berdasarkan kualitas atau karakteristiknya, sedangkan karakter adalah jumlah keseluruhan dari sifat-sifat ini. Kita akan memfokuskan diri hanya pada beberapa sifat yang krusial untuk seorang pemimpin. Semakin banyak yang Anda miliki dari daftar berikut, semakin besar kepercayaan pengikut Anda terhadap Anda.

Sifat-Sifat Seorang Pemimpin yang Baik

  • Jujur. Seorang pemimpin yang baik menunjukkan ketulusan, integritas, dan keterbukaan dalam setiap tindakannya.
  • Kompeten. Tindakan seorang pemimpin haruslah berdasar pada penalaran dan prinsip moral, bukannya menggunakan emosi kanak-kanak dalam mengambil suatu keputusan.
  • Berpandangan ke depan dan menetapkan tujuan. Dalam menetapkan tujuan, seorang pemimpin perlu menanamkan pemikiran bahwa tujuan itu adalah milik seluruh organisasi. Ia mengetahui apa yang diinginkannya dan bagaimana cara untuk mendapatkannya. Biasanya ia menetapkan prioritas berdasarkan nilai dasarnya.
  • Memberi inspirasi. Dalam mengerjakan setiap tugas, seorang pemimpin harus menunjukkan rasa percaya diri, ketahanan mental, fisik, dan spiritual. Dengan begitu, bawahan akan terdorong untuk mencapai yang lebih baik lagi.
  • Cerdas. Seorang pemimpin yang efektif harus memiliki kemauan untuk terus membaca, belajar, dan mencari tugas-tugas yang menantang kemampuannya.
  • Berpikiran adil. Prasangka adalah musuh dari keadilan. Seorang pemimpin yang baik akan memperlakukan semua orang dengan adil. Ia menunjukkan empatinya dengan bersikap peka terhadap perasaan, nilai, minat, dan keberadaan orang lain.
  • Berpikiran luas. Pemimpin yang baik menyadari setiap perbedaan yang ada dalam ruang lingkup kepemimpinannya dan mau menerima segala perbedaan itu.
  • Berani. Seorang pemimpin yang baik selalu bertekun dalam usahanya mencapai tujuan, bukannya terus-terusan berusaha mengatasi berbagai halangan yang memang sulit untuk diatasi. Biasanya, meskipun sedang berada di bawah tekanan, ia tetap tenang dan menunjukkan rasa percaya diri.
  • Tegas. Anda tidak dapat menjadi seorang pemimpin yang baik bila tidak tegas dalam mengambil keputusan tepat di saat yang tepat.
  • Imajinatif. Inovasi dan kreativitas diperlukan dalam suatu kepemimpinan. Seorang pemimpin haruslah membuat perubahan tepat di saat yang tepat dalam pemikiran, rencana, dan metodenya. Selain itu, kreativitas sang pemimpin juga terlihat dengan memikirkan tujuan dan gagasan baru yang lebih baik, dan menemukan solusi baru dalam memecahkan masalah.

Friday, February 25, 2011

Bersihkan Hati, Lisan dan Pikiran

Tersadar aku, betapa waktu itu sungguh sangat terlalu berharga untuk disia-siakan apalagi dibuang. Penyesalan pun hanya datang kemudian, sehingga kini untuk melakukan sesuatu harus diperhatikan dan dipikirkan baik-baik apakah ini baik atau buruk.

Dont you ever waste your time…!!! It wont come back to you…!!!

Kini saatnya bersihkan hati, bersihkan lisan dan bersihkan pikiran dari hal – hal yang tidak berguna, karena hidup ini hanya satu tujuannya yakni hanya Allah SWT.

“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah hati.” (Hadis Riwayat Al-Bukhari)

Hati selalu didorong oleh nafsu, Iblis dan setan selalu menggangu kita dan mendorong hati agar melanggar perintah Allah SWT.

Hati yang bersih, hati yang suci, akan mudah menyerap dan memantulkan kebaikan. Ia akan memancarkan cahaya seperti permata. Jika kita melihat wajah seseorang yang beriman. Wajahnya bercahaya karena terpancarnya cahaya keimanan dari hatinya. Oleh karena itu mari kita selalu membersihkan hati kita.

Mengutip ceramah Aa’ Gym (KH. Abdullah Gymnastiar). Melatih diri untuk senantiasa hidup bersih lahir batin adalah suatu tuntunan yang harus dijalani. Namun langkah itu sangat bergantung pada keseriusan dan tekad diri kita sendiri. Pola hidup bersih harus berawal dari diri sendiri. Mulailah berlatih hidup bersih dari hati, lisan, sikap dan tindakan.

Berusahalah agar setiap untaian kata yang keluar dari lisan kita penuh makna. Hindari kata-kata kotor, keji dan tidak senonoh. Sebab setiap kali kita bicara kotor, kesucian hati pun ternoda.

Makin hidup kita bersih, kita akan semakin peka. Coba lihat cermin yang bersih! Satu titik noda menempel padanya akan cepat ketahuan. Tapi kalau cermin kotor, penuh noda dan debu, digunakan untuk melihat wajah sendiri saja susah. Makin bersih diri kita, Insya Allah kita akan lebih peka melihat aib dan kekurangan diri sendiri. Bahkan kita akan lebih peka terhadap peluang amal dan juga ilmu. Sebaliknya, bagi yang kotor hati, jangankan untuk melihat kekurangan orang lain, melihat kekurangan diri saja tidak mampu.

Mari berusaha membersihkan hati kita, semampu kita. Sedikit demi sedikit sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, terus dan terus menjadikannya lebih baik tentu saja dengan pertolongan Allah SWT. Setelah ada tekad yang kuat dari diri kita insyaAllah, Allah SWT pasti memberikan jalan.

Djatmiko's Corner: Membangun Karakter Positif

Djatmiko's Corner: Membangun Karakter Positif

Thursday, February 17, 2011

Membangun Karakter Positif

Secara tidak sadar kita membentuk suatu kebiasaan selama kita hidup, satu sisi ada yang memang positif dan baik dan memang diperlukan sementara disisi lain adalah kebalikannya dan yang seharusnya tidak diperlukan dalam kehidupan. Sesuatu kebiasaan akan terbentuk secara bertahap dan semakin membesar sehingga bila suatu kebiasaan itu adalah yang negatif maka pada akhirnya bisa dan akan menimbulkan amarah, rasa sakit, ketidaknyamanan dan hanya akan kehilangan banyak waktu yang tidak bermanfaat. Sebaliknya kalau suatu kebiasaan baik terus kita kembangkan maka kedamaian, kenyamanan akan terus menguat karena kekuatannya.

Sudahkah kita dengan kekuatan yang kita miliki menentukan type kebiasaan apa yang akan kita bentuk dalam kehidupan kita? Dengan kata lain seperti pembentukan kebiasaan atau pembentukan karakter sudahkah kita mengontrolnya? Dan tentu kita bisa. Berkata seperti ini contohnya “saya akan menjadi apa yang saya inginkan” kalimat tersebut seharusnya dikatakan oleh setiap orang untuk membentuk karakter positif yang mereka inginkan.

Kita harus punya keberanian mengatakan ssesuatu yang kita inginkan, jangan hanya di mulut tapi harus merasuk dalam batin dan direalisasikan, dan ini harus tetap dilakukkan. Bila kita selalu tetap mengatakan sesuatu yang kita inginkan sebenarnya disitu berperan suatu aturan/hukum alam (the great law) yang akan membentuk suatu kebiasaan-kebiasaan yang memang kita diharapkan.

Banyak asumsi dan kebiasan negatif yang kita buat dari masih kanak-kanak yang telah mengekang dan memenjarakan kita selama ini, ini dapat kita dihancurkan, dan menciptakan sesuatu harapan yang lebih cerah bisa kita raih dengan menciptakan metode baru yang akan mempengaruhi seluruh kehidupan.
Dan tahukah anda Pikiran adalah yang berperan dari semuanya ini, maksudnya? Gampangnya seperti ini: setiap tindakan anda disebabkan oleh pikiran anda. Bila anda mendominasikan pikiran anda terhadap sesuatu maka anda akan mendominasikan tindakan yang sesuai dengan pikiran tadi tersebut. yang harus kita lakukan adalah mengontrol pikiran kita. Pikiran layaknya seperti orangtua yang mengotrol dan mengendalikan setiap tindakan, kebiasaan, jadi perlu sekali kita ketahui cara dan bagaimana mengontrol pikiran kita itu.

Tuesday, January 4, 2011

Should be Change

Now. All of us get the new year 2011. So with the new year, let's met with the optimism that what all of you do will be get the best. may be the problem will me happened but not affraid with it. You should be prepare all of thing.... godbless oll off you.

Sunday, June 6, 2010

Don't be sad my freind Palestine, Quickly you will won

Semoga analisa dari Dr. Abdus Sattar Qasim benar dan Bantuan dari ALLAH segera turun hingga Israel cepat hancur.

Perang dan Perimbangan Kekuatan Baru di Timteng
Dr. Abdus Sattar Qasim

Kawasan Arab Islam memasuki perimbangan kekuatan baru yang muncul gejalanya di perang Juli 2006 dan dipertegas lagi di agresi Israel ke Jalur Gaza tahun 2008/2009. Israel sudah pernah menarik diri dari Libanon Selatan tahun 2000. Dari sini jelas, Israel tidak lagi bisa memaksakan syarat-syaratnya. Negara zionis ini suatu saat akan menarik diri di tengah tekanan militer dari Hizbollah. Era kemenangan-kemenangan Israel sudah berakhir selamanya. Kecuali jika Israel memang ingin menjadi perindu kekalahan. Meski didukung oleh Amerika dan negara-negara Arab, di tahun 2006, Israel tidak lagi mampu mewujudkan targetnya. Dari sana, Israel juga gagal mengubah situasi di Gaza meski wilayah itu sudah hancur luluh.
Tahun 2007 Hizbollah mampu mengembangkan persenjataannya. Sayyid Hasan Nasrollah menegaskan bahwa pihak akan membuat kejutan besar dalam perang mendatang, tanpa merincinya. Disusul kemudian pernyataan Hasan Nasrullah bahwa pihak melakukan perekrutan besar dalam pasukannya yang jumlahnya puluhan ribu personel. Bukan saja untuk jumlah dalam mempertahankan tapi dalam menyerang. Bahkan Nasullah mengancam kapal perang Israel dengan senjata baru jika melintasi laut tengah.
Kebimbangan Israel
Semenjak perang Juli 2006, Israel mengembangkan persenjataannya dan menggelar berbagai latihan militer, membentuk battalion-batalion dan sel-sel militer baru yang sesuai dengan tugasnya yang disesuaikan dengan kondisi Hizbullah. Israel berusaha memperkuat lapisan tank tempurnya, membuat bom baru tembus batu dan lembah dan memperkuat personal pasukannya dan seterusnya. Siang malam Israel berusaha mengkaji perang pertahanan dan serangan (ovensif dan devensif), mengkaji peperangan dengan Hizbullah dan Iran bahkan dengan Suriah baik dalam posisi menyerang atau mempertahankan.
Israel saat ini bertindak berbeda dengan dulu yang biasanya mengancam, menyerang dan menang. Perang di masa lalu bagi Israel hanya mainan dan hiburan. Namun sekarang Israel berpikir dan berpikir dan masih terus berpikir untuk melakukan perang. Dulu Israel latihan perang menyergap kota dan wilayah musuh. Namun kini disamping latihan tersebut, Israel juga latigan mengusir musuh dari wilayahnya yang kemungkinan diserang musuh. Dulu media Israel diberi kemudahan untuk merekam latihan mereka, namun kini Israel merahasiakannya. Dulu Israel bicara soal musuhnya yang gentar. Namun sekarang Israel bicara soal kegentaran dari dua arah dan kemungkinan pesawat Israel membelok arah jika Hizbullah menyerang.
Masalah terbesar Israel dalam perang Juli 2006 adalah tidak adanya akses informasi baginya soal persenjataan Hizbollah. Israel selalu dikagetkan dengan kemampuan baru Hizbullah, termasuk Amerika juga terkaget. Dulu Israel perang dengan rencana yang jelas. Namun kini Israel perang dengan membabi buta. Apalagi sekarang Israel harus menebak-nebak kekuatan Iran dan Suriah.
Pertanyaan besar Israel terhadap dirinya adalah apa respon negara yang tidak diserang Israel jika Israel menyerang sebuah target. Apakah Hizbullah akan memperkuat Hamas jika Israel menyerang Gaza? Apakah Suriah akan ikut perang jika Hizbullah diserang Israel? apa respon Iran? Jika terjadi perang apa sikap Otoritas Palestina dan sebagian negara Arab? Apakah Israel bisa mewjudkan targetnya? Pertanyaan ini membuat Israel sendiri ragu-ragu terhadap dirinya.
Kemungkinan Perang
Menurut penulis, tidak ada pilihan bagi Israel kecuali perang. Meski perang yang dilakukan saat ini merupakan spekulasi besar-besaran, namun perang di masa mendatang spekulasinya lebih besar lagi. Sebab Israel tidak mengetahui pasti kekuatan lawannya. Baik Libanon Selatan (Hizbullah), Suriah, Gaza atau Iran. Israel tidak yakin akan kemenangan meski didukung Amerika dan perang bersamanya. Namun Israel lebih tidak tahun lagi soal perang di masa depan. Apalagi jika musuh Israel akan mengembangkan persenjataannya. Apalagi teknologi Iran dan Suriah bergerak cepat di luar perkiraan.
Jika Israel kehilangan kekuatan yang membuat pihak lain gentar, maka eksistensinya terancam. Penulis tidak yakin jika rencana strategi Israel ingin bertahan di tengah dorongan musuhnya untuk menyerangnya. Kini Israel berusaha mencari cara mengembalikan wibawa militernya dan ingin menegaskan bahwa dirinya lebih hebat disbanding organisasi-organisasi perlawanan, Iran dan Suriah. Bom nuklir Israel bisa dilepaskan ke Iran dan wilayah yang terbilang jauh darinya. Namun bom nuklir itu tidak layak dilepaskan ke Gaza dan Rafah kerena dekat dengan pemukiman warga yahudi. Namun Israel akan menempuh ini jika pihak lainnya menempuh cara yang sama. Iran dan Suriah mampu menyedot serangan bom nuklir secara taktis. Namun Israel tidak bisa menyedot hujam bom klasik. Rencana Israel tidak menjamin pihak lain tidak membalas dengan senjata kimia atau senjata virus. Sebab luas Israel sekitar 21.000 km2, 15%nya kawasan hunian penduduk. Sementara Iran seluas 1.600.000 km2, dan 8%nya kawasan hunian.
Bisa jadi Israel dan Amerika serang mengembangkan senjata pemusnah massal yang serius. Namun kemungkin besar kedua negara itu sejak tahun-tahun berusaha mengembangkan senjata yang bisa mengurangi risiko kerugian nyawa, termasuk bom tembus bumi, pesawat elektrik, pasukan elektrik. Berapa prosentase keberhasilannya? Tidak diketahui. Namun rencana Israel tetap menyimpan banyak teka-teki yang tidak teruraikan. Meski tetap ada rencana yang bisa dipastikan terjadi. Semua situasi berada di bawah tekanan politik berkelanjutan dimana Israel harus mencari jalan keluar dari dilemma keamanan dan militer.
Di sisi lain, jika tidak menggelar perang, sementara ia hanya bertahan dalam kondisi tidak memiliki wibawa militer, maka Israel harus merespon situasi baru yang harus menerima sikap-sikap dan situasi yang ia tolak di masa lalu. Misalnya, Suriah bisa berkeras agar Israel hengkang dari dataran tinggi Golan tanpa syarat. Bisa jadi Israel terpaksa melakukan ini seperti yang terjadi di tahun 2000. Pasukan Suriah akan menduduki Golan. Bisa jadi juga Israel – jika tidak menggelar perang – maka akan tunduk kepada syarat-syarat Palestina.
Keputusan perang bukan hal mudah. Israel akan berpikir berkali-kali. Apalagi pertahanan dalam negerinya sudah berubah. Israel dulu ketika membangun negara berbeda dengan sekarang. Israel kini sedang didera kerusakan moral dan birokrasi, hancurnya mentalitas, budaya konsumtif, lari dari pengorbanan. Namun akhirnya, tidak ada pilihan lain bagi Israel kecuali membela diri dan ia sadar spekulasi ini.
Perubahan Perimbangan Kekuatan
Perimbangan kekuatan di kawasan Arab Islam sudah berubah dengan membawa dampak dan tantangan baru. Pihak kekuatan hegemoni saat ini memiliki dua pilihan; mengakui perimbangan kekuatan baru ini atau memukulnya.
Jika para pembela peperangan memutuskan untuk tidak perang, lantas apa yang dilakukan oleh yang membalik perimbangan kekuatan? Mungkin tidak melakukan apapun jika kekuatan hegemoni merespon tuntutan mereka. Namun mereka akan memerangi jika tuntutan tidak dikabulkan. Israel dituntut sekarang ini menarik diri dari wilayah Libanon dan dataran tinggi Golan dan memberikan izin kepada pengungsi di Libanon untuk kembali ke Palestina. apakah Hizbullah, Suriah dan Iran akan diam atau perang?
Perkiraan penulis, Hizbullah kini sedang mempersiapkan masa transisi untuk menyerang. Hizbullah kini memiliki kesiapan untuk menyerang. Ia memiliki kemampuan untuk membelokkan pesawat Israel bahkan menjatuhkannya. Ini artinya ia telah mampu melangkahi tahap besar dalam perang ovensif. Namun lebih baik Hizbullah menyerang dari belakang barisan lawan. Ia harus mengembangkan kemampuan menyelinap ke wilayah Israel dengan cepat sehingga tidak memungkin bagi Israel untuk menggunakan senjata darat berat.
Apakah Suriah akan mendukung Hizbullah jika belum ada capaian target darat? Yang penting Arab yang harus menyerang dan bukan Israel sebab wilayah mereka yang dijajah dan warga mereka yang diusir.
Kesimpulan
Kawasan Arab Islam kini sedang mendidih. Banyak kekuatan siap perang pagi atau petang. Banyak kekuatan sedang memproduksi senjata dan mengembangkannya, termasuk terhadap pasukan militernya dan melakukan latihan militer dan menghimpun kekuatan serta menebar ancaman. Pergolakan mendidih ini tidak dibiarkan mendingin karena ia hanya bisa mendingin dengan ledakan perang.
Prediksi penulis, pada akhirnya, berdasarkan apa yang penulis ikuti perkembangan teknis dan lapangan, Israel akan mendapatkan serangan kuat. Tentu kerugian di pihak Arab akan besar. Namun kerugian Israel juga akan besar. Israel akan menerima apa yang dulu dia tolak. Bisa jadi Israel tidak hancur di perang mendatang, namun eksitensinya akan tetap menjadi tandatanya. (bn-bsyr)

Wednesday, August 5, 2009

Beternak Lele Dumbo, Siapa Takut...

Lele dumbo (Clarias gariepinus) semula dipandang sebelah mata. Namun, komoditas perikanan air tawar ini sekarang menjelma menjadi industri rakyat. Nilai perdagangannya setiap tahun mencapai lebih dari Rp 1 triliun, penyerapan tenaga kerja, nilai tambah, dan multyplier effect yang dihasilkan juga besar.
Berbagai jenis usaha terkait lele pun meluas, mulai dari industri pakan (pelet), perbenihan, budidaya, perdagangan, hingga pengolahan pangan berbahan baku lele yang umumnya skala rumahan.
Konsumen lele juga menyebar luas. Dari desa hingga ke kota. Tidak saja rakyat jelata yang makan di warung-warung tenda dengan sambal terasi dan lalapan, tetapi merambah ke konsumen menengah atas.
Perubahan status sosial komoditas lele ini telah merangsang tumbuhnya berbagai inovasi usaha dalam teknologi pengolahan pangan. Ada lele goreng kremes, bakso lele, mi basah lele, lele asap, abon lele, rolade lele, hingga pizza lele.
Karena potensinya yang besar, tak kurang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut mendukung pengembangan usaha berbasis lele dumbo dengan kampanye makan lele.
Konsumsi meningkat
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan Made L Nurdjana, di Sukabumi, Jawa Barat, mengungkapkan, terus meningkatnya konsumsi lele dan produk olahannya secara otomatis mendorong peningkatan produksi lele dalam negeri. Tahun 2008 saja produksi lele hidup untuk konsumsi mencapai 108.200 ton.
Dengan menghitung per kilogram lele ukuran konsumsi ada delapan ekor, setidaknya dalam setahun produksi lele nasional mencapai 868,6 miliar ekor atau 2,37 miliar ekor per hari. Apabila dirupiahkan, produksi lele 108.200 ton per tahun itu senilai Rp 1,41 triliun, dengan asumsi harga lele konsumsi Rp 13.000 per kilogram.
Belum menghitung nilai ekonomi yang timbulkan dari usaha lele, baik dari aspek off farm maupun sarana produksi, seperti produksi pakan, obat-obatan, material kolam, pemupukan, hingga pembenihannya.
Semakin besar lagi perputaran ekonomi kalau menghitung berapa juta pedagang di seantero negeri ini berkat lele, baik dalam bentuk warung tenda maupun produk olahan. Juga berapa banyak tenaga kerja yang terserap baik tingkat hulu maupun hilir, dan perdagangannya.
Dewasa ini permintaan lele juga tidak saja berasal dari dalam negeri. Konsumen di Amerika Serikat dan Eropa juga sudah melirik lele. Begitu pula dengan Singapura dan Malaysia.
Arus bawah
Berkembangnya ”industrialisasi” lele dumbo berbasis kerakyatan secara tanpa disengaja tumbuh dari bawah. Ketika lele dumbo masuk Indonesia beberapa dekade lalu, minat masyarakat terhadap jenis ikan catfish yang satu ini cenderung negatif.
Kala itu masyarakat tidak begitu suka dengan lele karena kesan menjijikkan. Kulitnya yang berlendir mengingatkan konsumen tertentu pada jenis hewan melata seperti belut.
Kemampuan adaptasi binatang air yang satu ini karena mampu hidup dalam lingkungan air yang kotor sekalipun telah menggeser persepsi masyarakat terhadap komoditas lele yang terkesan jorok.
Namun, seiring melemahnya daya beli masyarakat akibat berbagai tekanan ekonomi, lele semakin diminati. Selain murah kandungan proteinnya tinggi.
Munculnya fenomena pecel lele kian mendongkrak citra lele di mata masyarakat. Mengonsumsi lele bukan lagi memalukan. Di Yogyakarta, pecel lele menjadi santapan yang digemari mahasiswa karena terjangkau. Kebutuhan lele dumbo di Yogyakarta 10-15 ton per hari.
Pelan dan pasti, permintaan lele terus naik. Bila tahun 2004, produksi lele budidaya hanya 51.271 ton per tahun, tahun 2005 naik menjadi 69.386 ton, 2006 (77.272 ton), 2007 (91.735 ton), dan 2008 (108.200 ton).
Direktur Riset dan Kajian Strategis Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengungkapkan, lele merupakan industri rakyat. Tak ubahnya raksasa yang tidur (sleeping giant), bisa diusahakan siapa saja.
Yang diperlukan saat ini adalah inovasi teknologi pangan. Karena sekarang ini konsumsi terbesar lele dumbo lebih pada bentuk segar, belum banyak ke produk olahan. Kalau tidak segera mengembangkan industri pangan olahan berbasis lele, akan terjadi kelebihan pasokan dan ini akan membahayakan bagi kelangsungan usaha.
”Kalau menunggu inovasi teknologi pengolahan pangan dari masyarakat, perlu waktu lama. Kebijakan pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian di bidang pangan perlu di arahkan ke sana,” katanya.
Industri lele dumbo berbasis usaha kecil rakyat ini jelas lebih tahan banting.

Selamat Mencoba, moga sukses (by miko)